Senin, 04 Mei 2009

Pekanbaru Banjir, Wako Didemo

Pekanbaru – RiauPos - HUJAN lebat yang melanda Kota Pekanbaru, Kamis (31/4) lalu memberi dampak cukup besar. Beberapa ruas jalan, perumahan warga tergenang air cukup tinggi. Menyikapi masalah banjir tersebut, sekitar 20-an pendemo yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Melayu Riau (DPP-GEMPUR) mendatangi Kantor Walikota Pekanbaru, Jumat (1/5) sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka menyampaikan aspirasi soal banjir yang terjadi di Kota Pekanbaru belakangan ini.

Kedatangan pendemo tersebut ditemui oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pekanbaru Drs. Indra Kusuma sedangkan Walikota Pekanbaru Drs. H. Herman Abdullah, MM pada waktu yang sama sedang melaksanakan kegiatan peresmian Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Andini jalan Tuanku Tambusai. Pendemo memaksa untuk tetap bertemu Wako, namun karena tidak ada, pendemo mengancam akan turun lagi melakukan aksi yang sama dengan jumlah masa lebih besar, jika tuntutan mereka tidak diindahkan.

Dalam aksi tersebut, Gempur mendesak Pemko supaya mengimbangi antara pembangunan fisik seperti gedung, toko dan fasilitas lainnya dengan pembangunan dibidang pengendalian dampak lingkungan. “Walikota Pekanbaru melalui Dinas Pekerjaan Umum harus secepatnya membangun drainase yang layak, karena setiap kali curah hujan tinggi, maka banyak rumah Warga yang terendam air, jalan protokol terendam, akibat dibeberapa ruas jalan terjadi kemacetan,” ujar koordinator lapangan (Korlap) Ahmad Iqbal dalam orasinya.

Selanjutnya dia juga mendesak agar Walikota Pekanbaru harus melakukan program alternatif dan preventif dalam mengatasi banjir yang mengakibatkan terjadi kemacetan lalu lintas di beberapa ruas jalan protokol. Pendemo yang mengaku mengatasnamakan masyarakat Kota Pekanbaru itu juga menyatakan apabila dalam waktu dekat ini tidak ada langkah kongkret yang dilakukan Pemko Pekanbaru dalam mengatasi banjir, maka mereka mengancam akan melakukan aksi lebih besar lagi. “Kalau Wako tidak mau turun lansung melihat lokasi banjir di kecamatan besok (hari ini, red) maka kami akan turun lagi dengan jumlah massa yang lebih besar,” ujar Ahmad Iqbal kepada Indra Kusuma.

Kasatpol Pamong Praja sebelumnya meminta perwakilan massa untuk bertemu di ruangan membicarakan tuntutan mereka tersebut. Namun, massa enggan memenuhi permintaan Kasatpol PP tersebut, sebab keinginan mereka hanyalah ingin bertemu Walikota. Mendengar tuntutan tersebut, Indra Kusuma menyatakan hanya bisa menerima pernyataan pendemo saja, sedangkan keputusan tetap ditangan Kepala Daerah. “Turun atau tidak Pak Walikota besok, itu keputusan beliau selaku kepala daerah. Saya akan menyampaikan hal itu,” ujar Indra.

Wako: Banjir itu alam.
Walikota Pekanbaru Drs. H. Herman Abdullah, MM ditempat terpisah dikonfirmasi terkait hal ini menyayangkan kenapa banjir yang terjadi bisa sampai terjadi aksi demonstrasi. Banjir yang terjadi, kata dia, disebabkan oleh alam, hujan yang sangat deras. Ia dijadwalkan hari ini, sabtu (2/5) memimpin upacara. “Banjir itu alam yang buat. Mau demo, ngapain? Banjir karena hujan mana bisa dilarang. Kita harus intropeksi jugalah kenapa banjir ini bisa terjadi. Mengenai banjir yang terjadi kemarin, saya memang sudah menjadwalkan menggelar rapat khusus membahas hal itu,“ tutur Herman Abdullah.

BACA SELENGKAPNYA - Pekanbaru Banjir, Wako Didemo

Minggu, 03 Mei 2009

Warga Sandra Alat Isap dan Pompong Pengusaha Galian Pasir Gerus Pinggiran Sungai

Pekanbaru – Riau Pos - Masyarakat Dusun Prambahan, Desa Koto Perambahan, menyandra dua mesin isap berserta pompong milik H. Bustami dan Syafii, pengusaha galian C ditengah tepian Sungai Kampar, Ahad (26/4). Pasalnya, mereka gerah, karena usaha galian pasir tersebut telah menggerus pinggiran sungai dan merusak lahan warga. Saat itu, dua mesin pompong ini sedang mengisap pasir dan kerikil di tebing Sungai Kampar. Masyarakat yang terdiri dari pemuda dusun itu turun dan berenang ke sungai menghampiri mesin beramai-ramai. Melihat kondisi ini, pekerja yang berada di atas pompong ketakutan dan lansung terjun menyelamatkan diri ke seberang lainya di Desa Kuapan, dan meninggalkan dan mesin yang sedang bekerja. Akhirnya dua pompong berikut mesinnya di tarik ke tepian sungai.

Setelah dua jam disandera, pemilik mesin H. Bustami dan Safi’i datang ke dusun tersebut, disambut oleh Kepala Desa Koto Perambahan Burhann dan kepala dusun serta ketua pemuda. Bustami datang bersama Babinsa dan Kepala Desa Kuapan. Dalam perundingan yang dilaksanakan di musalla Dusun Perambahan tersebut terungkap bahwa masyarakat sangat kesal dengan ulah pengusaha galian C ini. Pasalnya, pekerjaan mereka yang sudah berlangsung bertahun-tahun sudah merusak tebing sungai. Akibatnya, sekitar 300 meter tebing di sungai sepanjang dusun tergerus dan longsor, oleh mesin isap yang tidak hanya mengisap di tengah sungai, namun juga di tebing sungai.

“Mesin ini sering mengisap kerikildan pasir di tebing sungai sehinggah banyak kebun masyarakat yang terganggu,” ujar salah seorang warga. Selain itu, ketua juga mempertanyakan izin Perusahaan H. Bustami yang tidak ada galian C. Apalagi masyarakat sudah sering mengeluhkan pekerjaan tersebut, karena merusak kebun masyarakat. “Selain itu, pihak desa juga sudah mengingatkan agar pekerjaan ini jangan dilakukan lagi untuk lingkungan dan masyarakat. Memang ada yang mengaku tanahnya dibayar per hari oleh pengusaha itu, namun lebih banyak yang tidak dibayar daripada yang dibayar,” tuturnya.

Menanggapi hal ini, Bustami menjawab segala tuduhan masyarakat dengan tenang. Menurutnya, ia sudah membayar kepada masyarakat di tebing sungai per hari. Dan soal izin, dia mengaku sudah mendapat izin dan rekomendasi dari Bupati Kampar. “Saya suda dua kali bertemu dengan Bupati dan kata Bupati asal masyarakat setuju tidak perlu pakai izin segala”, ujarnya.

Perundingan ini memanas karena pengusaha dan masyarakat sama-sama ngotot, bahkan hingga sore. Kepala Desa Koto Perambahan Burhan kepada Riau Pos menyatakan, kejadian ini sudah sangat lama dan keluhan masyarakat ini juga sudah sangat lama. Bahkan untuk mengantisipasi kondisi ini, pihak desa sudah mengeluarkan Peraturan Desa (Perdes) Nomor 1/2001 tentang larangan melakukan penambangan di sepanjang tebing sungai, untuk menghindari rusaknya sungai dan kebun masyarakat. “Namun ya begini ini, mereka tetap melakukannya”, ujarnya.

BACA SELENGKAPNYA - Warga Sandra Alat Isap dan Pompong Pengusaha Galian Pasir Gerus Pinggiran Sungai

Sabtu, 02 Mei 2009

Jatah Pekanbaru Berkurang Rp 71 M : DBH Migas Akibat Penurunan Harga Minyak Dunia.

PEKANBARU, TRIBUN – Sepertinya, Pemko Pekanbaru harus bersiap–siap mengurangi bahkan menunda sejumlah kegiatan yang telah dialokasikan pada APBD Kota Pekanbaru 2009. Pasalnya, Dana Bagi Hasil (DBH) Migas untuk Kota Pekanbaru tahun ini turun hingga Rp 71 Miliar, atau hanya menjadi Rp 243 miliar saja. Sedangkan realisasi DBH Tahun 2008 lalu mencapai Rp 314 miliar. Penurunan DBH tersebut tercantum dalam Peraturan Mentri Keuangan Nomor 17 tahun 2009, tentang penetapan perkiraan alokasi dana bagi hasil sumber daya alam minyak Bumi dan Gas Bumi untuk tahun anggaran 2009.

Menurut Kadispenda Kota Pekanbaru, H Syofian, penyebab adanya penurunan alokasi dana tersebut, Karena harga BBM yang turun dipasaran dunia internasional. Awalnya harga BBM ini diasumsikan sekitar US$ 80 per barel, ternyata turun menjadi US$ 45 per barel. “Dengan adanya penurunan ini, mau tidak mau dalam perubahan anggaran nanti terpaksa ada beberapa anggaranyang kita kurangi. Karena ini jelas berpengaruh. Dinas-dinas harus siap-siap berhemat. Mungkin saja belanja rutinnya kita kurangi dan sebagainya,” ujar Syofian kepada wartawan diruang kerjanya, senin (27/4). Penurunan alokasi DBH Migas tidak hanya dialami Kota Pekanbaru saja, tapi juga dialami hampir semua Kota dan Kabupaten di Riau dan Propinsi lain penghasil Migas di tanah air.

BACA SELENGKAPNYA - Jatah Pekanbaru Berkurang Rp 71 M : DBH Migas Akibat Penurunan Harga Minyak Dunia.

Jumat, 01 Mei 2009

PEMPROV KEMBALI TERIMA CPNS : TAMATAN SMA

PEKANBARU (RiauPos) Selain tenaga honorer dan pelamar umum, ke depan penerimaan CPNS untuk tamatan SMA sederajat juga diberi peluang yang sama dengan tamatan S1 dan D3. Hanya saja, untuk formasinya belum bisa dipastikan jumlanya. Demikian dikatakan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau, Zaini Ismail, Kepada Wartawan, Kamis (30/4), di Kantor Gubernur Riau. “Kita tinggal menunggu saja keputusan dari BKN RI, tentang formasi yang diusulkan. Berkemungkinan besar September mendatang baru bisa dilaksanakan penerimaan CPNS baru,” ujarnya.

Terkait dengan permintaan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) yang tidak melaksanakan penerimaan CPNS tahun 2008, Zaini Ismail berharap tahun 2009 bisa dilaksanakan Pemkab Rohil. “BKD Riau akan memperjuangkan keinginan Pemkab Rohil menerima CPNS dari tamatan SMA. Laporanya kepada BKN juga sudah kita ajukan,” ujarnya. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Propinsi Riau, tambahnya, mengusulkan penerimaan CPNS baru tahun 2009 sebanyak 400 orang. Pengusulan tenaga pegawai tersebut sudah diajukan kepada Badan Kepegawaian Nasional (BKN) RI. Formasi penerimaan CPNS tahun 2009 yang bakal direkrut adalah tenaga teknis, tenaga kesehatan dan guru.

“BKD Riau sudah mengusulkan formasi penerimaan CPNS untuk lingkungan Pemrov Riau kepada BKN RI. Formasi yang kita ajukan jumlahnya mencapai 400 tenaga CPNS baru. Jumlah itu diluar honorer,” ungkap Zaini Ismail. Khusus, tenaga honorer yang diangkat menjadi CPNS tahun 2009 ada seleksi administrasinya juga. Jumlah tenaga honorer yang diangkat menjadi CPNS tahun ini, tambah Zaini, berkisar ratusan orang.
BACA SELENGKAPNYA - PEMPROV KEMBALI TERIMA CPNS : TAMATAN SMA

Manohara Odelia Pinot

Riaupos - LUPAKAN sejenak pergulatan politik di tanah air. Empat purnama tahun berjalan sel-sel otak di kepala kita penuh sesak sarat muatan politik mulai dari menu politik bergizi sampai menu politik sampah, yang memilukan dan melakukan campur aduk seperti capcay. Beritanya itu ke itu, itu ke itu, capek deh.. Mari kita intip sejenak bilik model muda kita nan cantik jelita, si bohai Manohara (17 tahun), yang diberitakan media di Jakarta diculik oleh suaminya sendiri Tengku Muhammad Fakhry, putra Raja Kelantan Malaysia. Ada kesan masalah laki–bini ini diseret ke wilayah sulit, menjadi urusan G to G (Government to Government–urusan antar Pemerintah kedua Negara). Demikian seriuskah?

Berita penculikan versi Jakarta ini ditangkis oleh media Malaysia dengan menyiarkan foto-foto Manohara bersama suaminya yang terlihat bahagia, berikut agenda kegiatan Manohara di Kelantan. Versi mana yang benar? Kita belum tahu. Propaganda kontra propaganda melalui media telah terjadi. Manohara Odelia adalah sebuah nama yang rada aneh di telinga Melayu, ditambah lagi dengan family name Pinot. Dari mana datangnya putri kayangan ini? Melihat fotonya, amboi, tengku mana yang tak terpaut, sultan mana yang tak jatuh hati. Barangkali Datuk K juga akan ikut berburu seandainya belum diikat cincin perkawinan oleh Siti Nurhaliza. Pria yang beruntung memperistrikanya adalah Tengku Muhammad Fakhry, seorang pangeran di Kelantan. Tapi pengantin remaja ini diterpa badai sebagaimana diberitakan di media masa. Benarkah?

Saya teringat legenda Kuda Troya. Sebuah legenda yang berasal dari kisah nyata Perang Troya (Trojan War) pada tahun 1250 sebelum Masehi. Bermula ketika Putra Mahkota Kerajaan Troya jatuh cinta berat kepada Helen. Sayangnya Helen adalah istri Menelaus, penguasa dari kota Sparta, Yunani. Singkat cerita, Helen yang cantik jelita itu, berhasil dilarikan oleh sang Putra Mahkota ke Troya. Petinggi-petinggi Kerajaan Yunani marah besar dan bersumpah menuntut balas. Maka perang pun tak terhindarkan.

Bala tentara Yunani dikerahkan untuk menyerbu Troya, tetapi mereka gagal memasuki kota. Troya terkepung selama 10 tahun. Ketika hampir putus asa, tentara Yunani menemukan sebuah taktik. Mereka berpura-pura mundur menjauhi Troya dengan meninggalkan sebuah patung kuda raksasa yang terbuat dari kayu. Dalam perut kuda sudah bersembunyi sejumlah serdadu Yunani.

Melihat pasukan Yunani mundur, tanpa perasaan curiga, kuda kayu diangkut oleh orang-orang Troya ke dalam kota. Pada malam yang kelam ketika seluruh serdadu dan warga Troya terlelap dalam mimpi, keluarlah serdadu-serdadu Yunani dari dalam perut kuda, mereka membuka gerbang kota sehingga serdadu-serdadu Yunani dalam jumlah besar, yang tadinya pura-pura mundur, leluasa masuk kota. Mudah diduga,Troya menjadi lautan api dan takluk. Si cantik Helen, berhasil direbut kembali.

Manohara bukan Helen. Jakarta tak perlu membuat kuda Troya. Harree gene? Kita tak tahu apa sesungguhnya yang terjadi. Benarkah ada masalah? Mereka tidak kawin paksa seperti zaman Siti Nurbaya. Putra-putra Kerajaan di zaman modern ini umumnya berpendidikan tinggi. Tentu mereka mengapresiasi etika sopan santun dengan baik.

Pesan yang dapat dicermati adalah, kenapa demikian mudahnya beberapa peristiwa kecil menyulut emosi media di kedua negri serumpun? Kunjungan Perdana Mentri Malaysia yang baru, Najib Tun Razak ke Jakarta beberapa hari yang lalu, jelas membawa pesan persaudaraan. Mari bersama kita bangun rasa saling hormat-menghormati. Sampai dunia kiamat pun kita tetap dua Negri yang berjiran. Mau lari kemana?**

BACA SELENGKAPNYA - Manohara Odelia Pinot