Senin, 19 Oktober 2009

Presiden SBY kian mengacuhkan Riau. Setelah menolak memasukan Riau dalam Pepres 71 tentang pembangkit listrik 10.000 WIB, kini giliran putra Riau tersingkir dari bursa calon menteri.

Riauterkini-PEKANBARU- Berbagai harapan dan permintaan yang dilontarkan masyarakat Riau kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) satu demi satu memuai jadi fatamorgana. Setelah revisi Peraturan Presiden (Pepres) No.71 tentang pembangunan pembangkit listrik 10.000 megawatt tak memasukan Riau sebagai salah satu daerah lokasi pembangunan pembangkit, kini giliran putra terbaik Riau, M Lukman Edy kehilangan kesempatan masuk dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II.

Sampai H-1 pelantikan presiden dan wakil presiden hasil Pemilu April lalu, LE, sapaan akrab mantan Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) tak masuk daftar calon menteri yang sudah dipanggil mengikuti uji kepatutan yang digelar SBY dan wakilnya Boediono di Cikeas. Padahal LE sudah menanti ada telephon dari presiden yang besok dilantik untuk kepemimpinan priode kedua tersebut.

PKB, sebagai anggota koalisi pengusung SBY-Boediono, memang tetap mendapat jatah dua menteri dari SBY, namun jatah itu sudah terisi nama selain LE. Ada Ketua Umum PKB Muhaimi Iskandar yang sepertinya akan ditempatkan menjadi Menteri Naker dan Trans. Sementara jatah satu kursi lagi sepertinya akan ditempati Wakil Sekjen PKB Helmy Faisal Zaini untuk menggantikan posisi yang ditinggal LE, Menteri Negara PDT.

Seleksi akhir calon menteri KIB jilid II memang belum berakhir, namun sepertinya peluang putra terbaik Riau menjadi pembantu presiden bisa dibilang tertutup sudah. Dan fakta ini semakin memperpanjang daftar kekecewaan masyarakat Riau atas kebijakan Presiden SBY.***(mad)