Tampilkan postingan dengan label Pembangunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembangunan. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 April 2010

Pembangunan Stadion PON Digesa

Waktu pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII pada 2012 tinggal kurang dari dua tahun lagi, persiapan Riau sebagai tuan rumah terus digesa. Salah satunya adalah pembangunan Stadion Utama PON XVIII 2012 yang berlokasi di Kampus Universitas Riau.

Pemerintah Provinsi menargetkan pada 2009, hanya 16 persen bangunan fisik tuntas. Nyata terget mampu dilampaui bahkan, infrastruktur bangunan menjadi tempat pembukaan PON tersebut sudah mencapai 21 persen. Hal ini berdasarkan kunjungan Banggar DPR RI ke lapangan. Berikut laporan Harian Riau Pos.

‘’Ini merupakan percepatan yang sangat baik. Dan saya yakin, sebelum pelaksanaan atau tepat pada waktunya pembangunan stadion utama ini akan tuntas. Tapi tetap perlu kita perhatikan anggarannya,’’ terang Gubernur Riau HM Rusli Zainal kepada Riau Pos Rabu (31/3) di sela kunjungan tersebut.

Sementara itu, terget serapan anggaran pada 2009 juga meningkat, dari Rp116 miliar menjadi Rp214 miliar. Adapun bangunan yang saat ini sudah mulai terlihat bentuk fisik dan rangkanya adalah tiang pancang, tribun utara dan selatan serta pembangunan parkir setra pengerasan jalan akses masuk ke lokasi.


Sementara itu Gubri optimis hingga akhir 2010, pembangunan Stadion bisa mencapi 65 persen. Sementara anggaran yang diserap hingga akhir tahun ini setidaknya mencapai Rp558 miliar.


sumber :
http://www.pekanbaruriau.com/2010/04/pembangunan-stadion-pon-digesa.html

BACA SELENGKAPNYA - Pembangunan Stadion PON Digesa

Senin, 19 Oktober 2009

PON 2012 Riau

APBD Riau mulai terkuras untuk penyediaan fasilitas PON. Khusus untuk membangun stadion utama, tahun depan akan diusulkan Rp 200 miliar.

Riauterkini-PEKANBARU- Kepala Bappeda Riau, Emrizal Pakis kepada Riauterkini Jum’at (16/10/09) mengatakan bahwa untuk pembangunan gedung utama yang bakal menjadi tempat pelaksanaan pembukaan PON 2012, Pemprov Riau merencanakan penganggarannya pada APBD Riau 2010 sebesar Rp 200 miliar.

Jumlah tersebut menurut Emrizal Pakis turun dibandingkan dengan penganggaran pembangunan gedung utama PON 2012 pada APBD Riau 2009 yang mencapai Rp224 miliar. Katanya, penurunan tersebut karena disesuaikan dengan anggaran yang ada.

“Tahun 2010 mendatang, dalam APBD Riau sudah dianggarkan alokasi dana pembangunan gedung utama PON 2012 sebesar Rp 200 milir. Turun memang jika dibandingkan penganggaran pada 2009 yang mencapai Rp 224 miliar. Penurunan tersebut disebabkan karena selain penyesuaian dengan anggaran juga karena ada tambahan bantuan dana dari Menpora yang menjanjikan bantuan dana sebesar Rp 100 miliar,” terangnya.

Disinggung mengenai kebutuhan dana untuk pembangunan gedung utama PON 2012, Emrizal menyatakan bahwa sedikitnya, pembangunan gedung utama untuk pelaksanaan pembukaan PON 2012 nanti membutuhkan dana Rp 877 miliar. Kebutuhan dana tersebut akan diambilkan dari APBD tahun jamak dan bantuan dari pusat.***(H-we)



BACA SELENGKAPNYA - PON 2012 Riau

Kamis, 23 Juli 2009

Istana Siak Sri Indrapura Tetap Jadi Incaran Wisatawan

Selama dua pekan masa liburan, Istana Siak selalu dipadati pengunjung. Ratusan tamu datang dari berbagai wilayah Provinsi Riau maupun dari kabupaten/kota dari provinsi lainnya.

Siak, FP – PENJAGA Istana Siak, Zainudin pekan lalu mengatakan, pasca libur sekolah, Istana Siak sebagai tempat yang paling diminati wisatawan. Tamu yang datang berasal dari berbagai golongan, mulai pelajar sampai pejabat.

“Ini merupakan kebanggaan buat kita, terutama pemerintah daerah. Ternyata gema Istana Siak sudah tercium, baik tingkat nasional maupun manca negara. Pekan lalu kita menerima rombongan dari Kejati Riau,” ujar Zinudin.

Ikut dalam rombongan, istri Kepala Kejati Riau, Suroso SH. Menurut Zainudin, rombongan sangat terkesan melihat keindahan istana dan mengagumi penataan ruang, taman dan kebersihannya.

Sementara itu, Kejari Siak Abubakar SH yang ikut mendampingi rombongan mengungkapkan, ketenaran Istana Siak sudah tidak diragukan lagi hingga ke pelosok nusantara.. “Bahkan gema itu sudah sampai ke dunia internasinal. Keunggulan ini perlu ditata dan dipertahankan,” ucapnya.

Abubakar menyebutkan, hadirnya berbagai tamu yang datang dan berkunjung ke Istana Siak, perlu disikapi dengan baik. Ia berharap, ada kebijakan pemerintah Kabupaten Siak membuat berbagai macam bentuk cendramata yang dapat dibawa pulang oleh wisatawan.

“Sejauh ini, hasil karya kreasi dan buah tangan yang dihasilkan oleh anak daerah sangat minim. Kekurangan ini perlu segera disikapi. Ciptakan buah karya dengan imajinasi yang baik, buat keunikan cendramata, namun dengan harga murah dan terjangkau.

Pantauan di Istana Siak, pada umumnya wisatawan yang berkunjung melihat peninggalan Sultan yang masih kokoh. Tidak ketinggalan, peti sakti yang ada dalam Istana. Isi peti itu hingga saat ini masih menjadi misteri karena tak ada satupun yang bisa membukanya.

BACA SELENGKAPNYA - Istana Siak Sri Indrapura Tetap Jadi Incaran Wisatawan

Rabu, 22 Juli 2009

KRISIS LISTRIK RIAU : GEMMPAL dan HMI Demo PLN

Puluhan mahasiswa tergabung dalam dua kelompok berdemo di kantor PLN cabang Pekanbaru, mereka mengkritik krisis listrik dan meminta trasparan dalam pengelolaan listrik.

Pekanbaru, FP – PULUHAN mahasiswa tergabung dalam dua kelompok yakni Gerakan Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Asap dan Listrik (GEMMPAL) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Riau, Kamis (16/7) sekitar pukul 11.00 WIB berdemo dikantor PLN cabang Pekanbaru Jalan Dr. Sutomo. Merka mengkritik krisis listrik dan meminta trasparan dalam pengelolaan listrik.

Selain itu mahasiswa meminta kepada PLN untuk mengurangi biaya pembayaran listrik masyarakat atau tidak membebankan sama sekali biaya listrik tersebut, dan menuntut agar PLN segera minta maaf kepada masyarakat dalam waktu 2x24 jam atas pemadaman listrik yang tidak jelas dan tidak masuk akal melalui media massa lokal dan nasional.

Selain itu dalam aksi demo tersebut mahasiswa juga sempat menggelar simulasi acara pergantian Kepala PLN yang diduga tidak layak menjadi pimpinan yang menyebabkan krisis listrik tampa solusi, dan mereka juga meminta kepala pihak PLN agar listrik di Riau khususnya di Pekanbaru agar dipadamkan selama satu bulan agar diperhatikan pihak pusat.

Setelah menggelar aksi sekitar dua jam tersebut Kepala PLN cabang Pekanbaru Erikson Sidabutar akhirnya dapat berkomunikasi dengan pendemo, saat itu Erikson menjelaskan penyebab terjadinya krisis listrik dan pantauan riauterkini dilapangan bahwa tanya jawab yang terjadi antara mahasiswa dengan pihak PLN tersebut tidak menghasil solusi yang dapat diterima akal fikiran masyarakat.

Setelah itu akhirnya para pendemo membacakan surat pernyataan sikap mereka dan terus memantau jalannya proses listrik yang makin tidak jelas ini. Setelah membacakan surat pernyataan sikap, maka mahasiswa tersebut meninggalkan kantor PLN dengan tertip dan kembali kekampus mereka masing-masing.

BACA SELENGKAPNYA - KRISIS LISTRIK RIAU : GEMMPAL dan HMI Demo PLN

Selasa, 21 Juli 2009

Disaksikan Gubri Rusli Zainal dan Walikota, PLN ‘Dihakimi’ Wartawan

Pekanbaru, Fakta Post – JUMPA Pers Gubri M Rusli Zainal didampingi Walikota Pekanbaru Herman Abdullah dengan PLN berubah menjadi ajang ‘penghakiman’ wartawan terhadap PLN.

Sejumlah wartawan yang mengikuti jumpa pers dengan Gubernur Riau M Rusli Zainal, Walikota Pekanbaru, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau Emrizal Pakis dan Manejer Perencanaan PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau Yugo Riatmo, Kamis (16/7/09) tak bisa menahan rasa jengkel. Wartawan yang juga pelanggan PLN swolah ingin memanfaatkan jumpa pers di VIP Lancang Kuning Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru untuk melampiaskan kejengkelan. Jadilah jumpa pers tersebut seperti ajang ‘pengakiman’ terhadap PLN.

Semua jumpa pers berjalan lancar. Gubernur M Rusli Zainal menjelaskan langkah-langkah yang telah diambil Pemprov Riau dalam mengatasi krisis listrik. Langkah terbaru adalah menjumpai Menteri Keuangan Sri Mulyani agar membantu meloloskan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) 2x100 megawatt (MW) di Riau pada APBN.

Proyek PLTG 2 x 100 MW di Riau sebenarnya baru bisa dilaksanakan pada 2013 mendatang, hal itu berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No.71/2006 tentang pembangunan pembangkit listrik 10.000 MW di seluruh Indonesia tahap I, namun Pemprov Riau telah mengirim surat kepada Presiden agar Pepres tersebut direvisi dengan melakukan percepatan waktunya.

“Kita tidak sekedar mengirim surat, tetapi juga menyatakan kesiapan membantu pendanaan dengan adanya kesepakatan sindikasi bank beberapa waktu lalu,” tegas gubernur Rusli Zainal.

Namun saat sesi tanya jawab dibuka, para wartawan serentak menjadikan Yugo sebagai sasaran. Terlebih saat memberikan penjelasan terkesan normatif. “Kita minta solusi kongkritnya apa, Pak. Tak perlu penjelasan panjang lebar. Solusi jangka pendeknya apa untuk mengatasi krisis listrik yang sudah parah ini?” seseorang wartawan memotong penjelasan Yugo yang dianggap bertele-tele.

Yugo gelegapan. Ia tak bisa memberikan penjelasan kongkrit mengenai solusi jangka pendek agar durasi pemadaman listrik bergilir bisa diperpendek. Tidak 12 jam sehari. Belum lagi bisa menguasai diri sepenuhnya, wartawan lain sudah melontarkan kritik pedas mengenai kinerja PLN Wilayah Riau dan Kepri yang dinilai tak mau belajar dari pengalaman.

“Kondisi ini sudah berjalan bertahun-tahun, mengapa PLN tak belajar dari pengalaman dan membuat perencanaan yang lebih baik, sehingga krisis listrik tidak berulang terus,” runtuk wartawan tersebut.
Lagi-lagi Yugo terpojok. Ia tak punya penjelasan memuaskan untuk wartawan yang sepertinya terpengaruh pada kekecewaannya sebagai pelanggan PLN yang sedang sangat dirugikan akibat pemadaman listrik yang bertambah lama.

Meskipun terpojok, namun Yugo justru membantah perencanaan PLN Wilayah Riau dan Kepri lemah. Bantahan tersebut disampaikan saat menjawab pertanyaan wartawan riau-terkini mengenai kualitas perencanaan yang disusun PLN selama ini. “Sebaik apapun perencanaan yang kami susun, kalau anggarannya tidak cukup, kita bisa berbuat apa?” tukasnya buka rahasia.

Riau-terkini lantas balik bertanya, jika selama ini tidak terjadi sinkronisasi antara perencanaan dan kemanpuan anggaran, maka bisa disimpulkan bahwa PLN Wilayah Riau dan Kepri tidak rasional dalam membuat perencanaan. Atas kesimpulan tersebut, Yugo hanya bisa berdiam.

Pertanyaan lebih keras kemudian dilontarkan seorang wartawan televisi. Ia bertanya apakah Yugo siap mundur jika kondisi krisis listrik tak membaik tahun depan? Lagi-lagi Yugo hanya bisa terdiam.

Secara umum tidak ada langkah konkrit yang bisa dijanjikan PLN, berdasarkan keterangan Yugo, untuk mengatasi krisis listrik di Riau. Yugo juga tidak berani memberi kepastian sampai kapan kondisi buruk ini berlangsung.

Upaya hujan buatan agaknya menjadi satu-satunya solusi yang bisa diharapkan. Dengan demikian, PLN hanya bisa mengharapkan kemurahan Tuhan dengan segera menurunkan hujan.

BACA SELENGKAPNYA - Disaksikan Gubri Rusli Zainal dan Walikota, PLN ‘Dihakimi’ Wartawan

Jumat, 03 Juli 2009

Wako Minta Terminal Bayangan Ditertiban

PEKANBARU, RIAU POS (RP) – Banyaknya SMS dan kritikan terkait adanya terminal bayangan di Simpang Panam membuat permasalahan tersebut dibawa dalam rapat Muspida yang dilaksanakan di Kantor Pengadilan Negri Kamis (2/7) lalu. Dalam rapat itu Walikota Pekanbaru, Drs H Herman Abdullah MM meminta tim terpadu yang telah di-SK-kan turun untuk menertibkan Angkutan AKAP dan AKDP yang membandel tersebut.

“Saya sudah mendapat SMS beberapa kali dari masyrakat, agar itu ditertibkan, jadi ini harus segera ditertibkan,” kata Herman Abdullah dalam rapat Muspida itu kemarin. Berkaitan permasalahan terminal bayangan dan menjadi tempat “ngetem” para angkutan AKAP dan AKDP ini ada indikasi “beking membeking”. Oleh sebab itu dalam penyampaiannya Kadishub Kom Info, Drs Pria Budi menegaskan, pihaknya sendiri sudah berupaya menertibkan para angkutan yang mangkal di Simpang Panam tersebut. Tapi mereka ada reaksi dari para pemilik angkutan supir, kernet dan agen, padahal permintaan para pemilik angkutan, supir, kernek dan agen sudah dipenuhi.

Mulai dari pembangunan Jalan Garuda Sakti, Air Hitam, kemudian angkutan umum masuk terminal sudah dilakukan. Tapi sampai sekarang mereka tetap membandel. “Kalo ditertibkan mereka demo. Dengan begitu kebijakan yang kita buat jadi serba salah. Maka saya berharap pihak polisi ada di depanlah bersama kita untuk menertibkan mereka itu. Karena indikasi beking membeking,” tegasnya.

Menyikapi hal itu, Wako lansung menegaskan agar Dishubkom-info segera melakukan rapat khusus dengan Organda, PoLtabes dan aparat TNI. “ Laksanakan lagi SK Walikota yang sudah dibuat beberapa waktu lalu terutama pembentukan tim terpadu untuk menertibkan para angkutan nakal dan membandel tak mau masuk terminal itu,” tegasnya.

Menurutnya, silahkan Dishubkomifno berkoordinasi dengan polisi. Walikota saat itu memberi waktu satu bulan untuk Dishub berkoordinasi dalam upaya menertibkan angkutan nakal dan ngetem tersebut, “memang benar saya mengatakan boleh berhenti mengambil penumpang, tapi mengambil penumpang di pinggir jalan. Tapi bukan berhenti berjam-jam di Simpang jalan menunggu penunggu penumpang. Itu permintaan kita, tapi ini disalah artikan para pemilik angkutan dan supir. Kalau berjam-jam berdiri di simpang tentu itu namanya ngetem dan jadilah terminal bayangan,” tegasnya.

“Jadi saya berharap Agustus, Dishub, Kodim, Paskhas, Satpol PP dan polisi harus turun dan bersihkan terminal bayangan itu,” lanjutnya. Dengan tegas ia berharap jangan ada indikasi lagi oknum-oknum membela pengusaha yang membandel. “Jika mereka mau demo silakan, kita tunggu nanti,” ucapnya.

BACA SELENGKAPNYA - Wako Minta Terminal Bayangan Ditertiban

Riau Bisnis Property

Kawasan di Propinsi Riau yang menjadi tujuan ekspansi property adalah Kota Pekanbaru. Ibukota propinsi Riau yang bertetangga dengan negara Singapore, Malaysia dan dekat dengan pulau Batam ini, pertumbuhan industri/bisnis propertynya sangat berkembang, di tambah jumlah penduduk yang terus berkembang, sehingga mendorong kebutuhan perumahan terus bertambah.

Besar permintaan perumahan di Pekanbaru, khususnya menengah ke atas, tidak hanya datang dari daerah Riau saja, tetapi datang juga dari luar Propinsi Riau. Dengan dekatnya Kota Pekanbaru dengan Malaysia dan Singapore, serta Batam yang secara geografis bosa berkolaborasi menjadi andalan agar kegiatan industi property Pekanbaru semakin berkembang.

Kota Pekanbaru terdapat 4 (empat) kantong wilayah pengembangan perumahan yaitu Panam, Rumbai, Kulim dan Marpoyan. Apa yang dialami Kota Pekanbaru dengan kisah suksesnya di bisnis property diharapkan akan menular ke daerah-daerah lain di Riau daratan ini, apalagi dengan adanya otonomi daerah, yang diharapkan akan mengundang investor di sektor property masuk dan menanamkan uangnya baik untuk property residensial maupun komersial.

BACA SELENGKAPNYA - Riau Bisnis Property

Kamis, 02 Juli 2009

Wako Sidak Jalan dan Jembatan : Janjikan 2010 Jalan Penghubung di Rumbai Mulus

Pekanbaru, FP – WALIKOTA Pekanbaru Herman Abdullah berjanji, akan menyelesaikan pengaspalan seluruh jalan penghubung di Kecamatan Rumbai. Janji tersebut diucapkan usai memantau pembangunan jalan dan jembatan di Kecamatan Rumbai, Senin (29/6).

“Jalan-jalan strategis, jalan penghubung, sebagian besar sudah diaspal. Paling lambat, 2010 mendatang seluruh jalan penghubung sudah mulus,” ujarnya. Sidak Walikota beserta rombongan antara lain melihat pembangunan jalan dan jembatan Sri Indra yang memisahkan RW 04 dan RW 05 di Kelurahan Muara Fajar. Jalan didepan kantor camat, serta jalan Palas Mekar. Selain itu, sempat dikunjungi, Puskesmas Mekar Sari Yang baru beroperasi tahun ini.

Herman memastikan jalan-jalan penghubung tersebut selesai paling lambat 2010 mengingat Fungsinya yang cukup penting. Antara lain, menghubungkan perternakan Riau Agro Mandiri, perkebunan masyarakat seperti kelapa sawit, jagung dan pepaya.

Hanya saja, Herman melihat ada kekurangan dalam pengerjaan persimpangan, tepatnya dibengkolan Jalan Siak II dari jalan penghubung. Herman berharap, persimpangan tersebut tidak terlalu patah. “Pak Camat, tolong diperhatikan persimpangannya, jangan terlalu patah. Ada kios disana, itu pasti terkena. Karena persimpangan itu harus dilebarkan,” ujarnya mengingatkan Camat.

Peninjauan Proyek yang sedang dikerjakan melalui APBD 2009, rencananya tidak hanya dilakukan hari ini. Selasa (30/6) besok, rencana sidak proyek akan dilanjutkan ke Kecamatan Rumbai Pesisir.

BACA SELENGKAPNYA - Wako Sidak Jalan dan Jembatan : Janjikan 2010 Jalan Penghubung di Rumbai Mulus

Selasa, 30 Juni 2009

Terminal Bandara Mulai Dibangun : Hingga 2025, Bandara SSK II di Pekanbaru

PEKANBARU-RIAU POS - Pengembangan terminal Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK II) yang akan dimulai 3 Juli mendatang merupakan kewenangan dari PT Angkasa Pura dan Pemerintah Provinsi Riau. Jadi masalah pelebaran SSK II itu sepenuhnya kewenangan dari Provinsi Riau sedangkan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru hanya fasilitator saja.

“Pembangunan terminal Bandara SSK II semuanya kewenangan dari PT Angkasa Pura untuk melaksanakannya. Jadi pembangunan itu tak ada campur tangan dari Pemko Pekanbaru,” kata Kepala Bappeda Kota Pekanbaru, Ir Yusman Amin M.Eng.Sc kepada Riau Pos.

Menurutnya, pengembangan itu pihak Angkasa Pura II hanya berkoordinasi dengan Pemprov Riau. Namun untuk perpanjangan run way (landasan pacu) nantinya baru ada keikutsertaan dari Pemko Pekanbaru. Itupun masalah memfasilitasi dengan masyarakat. Karena untuk proses ganti rugi lahan untuk run way itu nantinya juga dilakukan Pemprov Riau.

Ditanya apakah Bandara SSK II tetap akan berada di Pekanbaru atau akan dipindakan kearah lain, dengan tegas Yusman Amin mengatakan, berdasarkan kesepakatan dari Pemprov Riau untuk Bandara internasional Provinsi Riau masih tetap di Pekanbaru hingga Tahun 2025 nanti. “Jadi 16 tahun ke depan, Bandara Internasional masih tetap di Pekanbaru,” tegas Yusman yang juga calon kuat Sekko Pekanbaru ini.


BACA SELENGKAPNYA - Terminal Bandara Mulai Dibangun : Hingga 2025, Bandara SSK II di Pekanbaru

Jumat, 26 Juni 2009

Temuan lapangan penggunaan TRAMP (Trans Metro Pekanbaru)

Temuan lapangan penggunaan TRAMP (Trans Metro Pekanbaru) sebagai salah satu Sarana Angkutan Umum Kota Pekanbaru. Pengecekan dilakukan pada hari Kamis tanggal 25 Juni 2009 jam 10.10 sampai dengan 11.40 wib dengan menggunakan bus nomor 06 koridor 1 Pandau - Pelita Pantai.
Beberapa hal yang dapat disampaikan :

1. Ketidakseragaman bentuk dan desain halte sangat mengganggu pemandangan kota secara keseluruhan. Saran : Minimal bagian atap dan penempatan iklan dapat disamakan.

2. Kernet bus sebagai pembantu supir dibebani memegang papan catat penumpang sehingga mengganggu kernet untuk membantu penumpang menyeberang dari bus ke halte atau sebaliknya. Hal ini mengingat karena jarak antara badan bus dengan halte cukup membahayakan penumpang. Saran : pencatatan penumpang cukup oleh petugas halte.

3. Ketika memberhentikan bus di halte, supir mengalami kesusahan mensejajarkan pintu bus dengan pintu halte. Tidak ada penanda di dekat halte untuk membantu supir agar dapat memberhentikan bus sejajar dengan pintu halte. Saran : perlu penanda misalnya berupa tiang disamping halte yang dapat dilihat jelas oleh supir.

4. Beberapa bidang jalan tempat bus berhenti di halte mengalami kerusakan parah seperti di halte Mall Pekanbaru, 2 unit halte KUA Marpoyan yang berhadapan, dan halte bandara. Saran : perbaikan, penguatan dan pengaspalan baru.

5. Kebutuhan akan halte tambahan di Pandau teruatama di Pasar Syariah dan simpang SPBU menuju ke Perumahan Pandau Permai. Saran : perlu ditambah.

6. Jalan bus ke bandara yang melalui jalan lama terlalu sempit sehingga mengganggu/membahayakan pengendara lain. Saran : memperlebar jalan.

7. Halte bandara terlalu jauh dengan Terminal Keberangkatan/Kedatangan Penumpang. Saran : dicari lokasi yang cocok dan lebih dekat.

8. Supir telat menekan tombol Pengumuman Pemberhentian Halte Selanjutnya. Saran : beberapa saat setelah bus bergerak dari halte, hendaknya supir menekan tombol Pengumuman Pemberhentian Halte Selanjutnya.

9. Suara Pengumuman Pemberhentian Selanjutnya terlalu panjang sehingga tidak selalu cocok dengan berhentinya bus di halte. Saran : rekam ulang untuk mempercepat durasi suara pengumuman, sekaligus pencocokan dengan adanya penambahan halte baru.

10. Penjaga karcis KUA Marpoyan terlalu sibuk mencap tanggal pada karcis. Saran : karcis hendaknya telah siap pakai.

11. Penjaga karcis terlambat mengembalikan uang. Saran : perlu disiapkan uang kecil untuk pengembalian.

12. Tidak ada penyimpanan uang atau barang bagi penjaga karcis. Saran : Minimal sebuah meja kecil. Untuk ke depannya perlu ada ruangan khusus.

13. Jalan di Perumahan Pandau Permai terlalu sempit sehingga mengganggu/membahayakan pengendara lain. Beberapa pohon menjulur ke jalan dan mengenai badan bus. Tempat pemutaran balik bus tidak layak dan mengganggu arus pengendara lain. Bus telah merusak jalan yang ada. Saran : Pemutaran balik sebaiknya cukup sampai di bundaran Blok C.

14. Bidang jalan pemberhentian bus di halte KUA Marpoyan arah ke kota (halte depan SD 018 Bukit Raya) terlalu kecil karena banyaknya kendaraan penjemput anak sekolah dan banyaknya pedagang kaki lima yang menempati parit. Saran : Pemindahan halte atau penertiban kendaraan dan pedagang kaki lima.

15. Pemasangan meteran listrik dan pengkabelan yang tidak rapi. Saran : pemindahan meteran listrik yang tidak mengganggu pemandangan dan pengkabelan harus rapi.

16. Banyaknya mobil pribadi maupun angkutan umum yang juga berhenti dekat halte TRAM yang mana bus TRAM memerlukan bidang jalan yang cukup besar untuk melakukan pemberhentian yang wajar di halte. Saran : penertiban kendaraan pribadi dan angkutan umum di sekitar halte.

17. Keluar masuk penumpang di halte tidak bisa dikendalikan dengan baik oleh petugas halte. Saran : Perlunya pembatas antara penumpang masuk dan penumpang keluar.

Dengan adanya TRAMP, selain berfungsi sebagai Sarana Angkutan Umum Kota Pekanbaru, juga menjadikan sebuah hiburan baru bagi masyarakat Pekanbaru untuk jalan-jalan keliling kota. Dengan hanya membayar Rp.3.000,- saja, setiap penumpang dapat menikmati seluruh jalur koridor yang ada dengan syarat tidak keluar dari halte (walaupun ada permasalan pada nomor : 17).

BACA SELENGKAPNYA - Temuan lapangan penggunaan TRAMP (Trans Metro Pekanbaru)

Rabu, 10 Juni 2009

WALIKOTA DI PEKANBARU JOB EXPO -- TV Melayu Butuh Berapa Tenaga Kerja?

PEKANBARU (RiauInfo) - Walikota Pekanbaru Drs H Herman Abdullah MM mengaku surprise saat menyaksikan stand TV Melayu di Pekanbaru Job Expo, di Hotel Mutiara Merdeka, Senin (8/6).

“Ini TV Lokal baru ni? Dimana studionya?,” tanyanya spontan.

Herman langsung menuju stand TV Melayu setelah istrinya Ny Evi Meiroza menggunting pita dan meninjau satu stand lain. “Studionya di Lantai Dasar Hotel Pak,” jawab Anjaswati, salah satu pramustand TV Melayu.

“Di Pemko (Pekanbaru) siapa wartawannya?,” tanya Walikota lagi.
“Sudah kita kirim Pak,” jawab Anjas pula.

Saat ditanya berapa TV Melayu butuh tenaga kerja baru, Direktur Utama/ Komisaris TV Melayu Hj Raja Susi Yoserizal SS MM menjelaskan, untuk tahap pertama sekitar 20-an orang.

“Bagus, bagus. Bantu berita-berita Pemko ya,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Walikota Erizal Muluk, para anggota Muspida dan Ny Evi Meiroza Herman Abdullah, terlihat asyik menyaksikan tayangan TV Melayu yang disajikan melalui TV Big LCD di stand tersebut.

“Kalau di TV, di channel berapa?,” tanya Evi Meiroza.
“50 UHF Buk,” jawab Susi.

Sampai hari ke-2 Pekanbaru Job Expo, sedikitnya 50 orang pencari kerja melamar menjadi presenter, wartawan dan karyawan TV Melayu. Mereka sekarang sedang menjalani audisi dan test kemampuan di depan kamera. (Tony)


BACA SELENGKAPNYA - WALIKOTA DI PEKANBARU JOB EXPO -- TV Melayu Butuh Berapa Tenaga Kerja?

RAL Berencana Beli Pesawat ATR Buatan Perancis

Riau.go.id
Selasa, 09 Juni 2009

PEKANBARU: Wagubri HR Mambang Mit sebagai Komisaris Utama PT RAL yang didampingi Direktur Utama PT Riau Airline Samudera Sukardi, Menerima Audiensi Airbus Tranportasi Regional (ATR Eastern Support PTE. LTD) Prancis dipimpin langsung oleh President ATR Mr Christophe Potocki didampingi Sales Manager Anne Norwawi di ruang kerja Wagubri Senin kemaren.

Pada Kesempatan ini Dirut RAL mengatakan Pesawat Fokker 50 yang dimiliki sekarang masa pakainya tinggal sekitar lima tahun ke depan. Untuk itu RAL berencana akan menukar dengan pesawat baru. Pesawat jenis ATR dari Prancis ini cukup menarik.

Hal ini dikarenakan ATR Memberikan beberapa opsi yang ditawarkan: Beli pesawat, Sewa Pesawat, Join Operation. Wagubri termasuk Dirut RAL secara umum mengatakan tertarik pada kelebihan yang dimiliki pesawat tersebut dan mengenai terkait teknis pembelian kemudian akan dibicarakan lebih lanjut.

Pesawat ATR yang baru ditawarkan ini jenisnya hampir mirip dengan Fokker 50. Sebab sama-sama memiliki baling-baling dan cocok untuk jenis penerbangan jarak pendek dan menengah, dengan landasan yang relatif pendek.

Pada proses pembelian mungkin akan tukar tambah dengan Fokker yang ada. Tapi bukan sekarang. Lagi pula pesawat ATR tersebut baru akan dibuat tahun 2011 mendatang dan RAL akan membutuhkan sekitar 10-20 unit pesawat. ATR yang akan diproduksi Prancis ini ATR 72-600 yang berkasitas 70 dan ATR 42-600 dengan kapasitas 50 penumpang.

Pihak Eastern Support PTE LTD siap memberi kemudahan bagi RAL untuk mendapatkan pesawat tersebut pada pembelian dengan sistem kredit eksport dari konsorsium negara-negara Eropa, dengan bunga cukup rendah dan jangka panjang.(ak)


BACA SELENGKAPNYA - RAL Berencana Beli Pesawat ATR Buatan Perancis

Negosiasi Harga 2 Bulan - Sosialisasi Ganti Rugi Teleju Nyaris Ricuh

Pemko melakukan sosialisasi penutupan Teleju siang ini. Negosiasi ganti rugi direncanaan 2 bulan. Situasi sempat memanas, namun Pemko segera mengakhiri sosialisasi.

Riauterkini-PEKANBARU-Pemerintah Kota Pekanbaru memulai langkah penutupan Lokalisasi Teleju. Selasa (9/6) siang, sejumlah pejabat terkait mendatangi LOkalisasi Teleju untuk melakukan sosialisasi ganti rugi lahan seluas 8,8 hektar tersebut. Anggaran ganti rugi sendiri sudah dianggarkan dalam APBD 2009 sebesar Rp7,5 miliar.

Tampak dalam sosialisasi Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Dorman Johan, Kadis Pekerjaan Umum Idris Sani, Kadis Pertanian Sentot D. Prayitno, Kadis Sosial Husnimar Abdullah, Kepala Badan Kesbangpol Linmas Noverius, Kasatpol PP Pekanbaru Indra Kesuma, Kepala BPN Komaruddin, Kabag Perlengkapan Zakaria, Kabag Humas Hermanto Yasin dan Camat Tenayan Raya Daryuzar.

Kepada seluruh warga Teleju yang hadir, Dorman menyatakan Pemko siap ,mengganti rugi lahan, bangunan dan tanaman yang ada di wilayah tersebut. Sementara untuk WTS dan germo, Dinas Sosial siap memberikan keterampilan sehingga mereka tidak lagi melakukan pekerjaan lamanya. Tampak hadir dalam kesempatan tersebut, 4 pemilik lahan Teleju yakni Sugiarrto, Syahrul Syarif, Widia ahli waris (alm) Fahmi dan Ismail Nasution dari Yayasan Utama.

“Besar ganti rugi akan dihitung tim independent yang tidak berpihak kepada pemerintah atau pun masyarakat. Perhitungan berdasarkan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak,red) dan harga pasar,” jelasnya. Data hasil verifikasi tim pun dibeberkan. Antara lain, jumlah WTS yang mencapai 450 orang, 179 germo, 203 unit bangunan dikurangi 11 bangunan yang terbakar beberapa waktu lalu dan 166 batang pohon. Berupa pohon karet, jambu, belimbing, nangka serta pisang.

Sosialisasi sendiri awalnya berjalan lancar. Namun situasi memansaat sesi Tanya jawab. Apalagi setelah salah seorang pengamat sosial dari Tunas Bangsa angkat bicara. “Kalau memang program Pemko menjadikan Teleju seperti Saritem Bandung, berikan kompensasi terlebih dahulu kepada orang-orang yang berada di dalamnya. Jangan sampai ini dibangun, orang-orang disini dikejar satpol PP,” ujarnya diiringi suit-suitan dan tepuk tangan hadirin yang hadir.

Untungnya, Dorman yang juga Sekretaris Tim 9 meladeni Tanya jawab dengan emosi yang stabil. Namun agar tidak lebih meruncing, Pemko segera menyudahi sosialisasi sampai disitu. “Ini baru sosialisasi pertama. Nanti kita akan lanjutkan lagi pada tahap berikutnya,” ujar Dorman singkat.

Negosiasi dengan pemilik lahan sendiri, akan berlangsung selama 2 bulan. Setelah negosiasi, Pemko akan memulai ganti rugi baik lahan, bangunan dan tanaman. Bahkan permintaan seorang warga, Sabarudi agar ganti rugi rumah didulukan, ditolak Dorman. “Kita akan ganti rugi sekaligus baik lahan, tanaman dan bangunan,” pungkasnya.***(sari)

BACA SELENGKAPNYA - Negosiasi Harga 2 Bulan - Sosialisasi Ganti Rugi Teleju Nyaris Ricuh

Jumat, 05 Juni 2009

Ketua DPRD Kecewa Pelayanan PLN : Lampu Hidup Mati Tak Beraturan.

PEKANBARU - RIAU POS. KETUA DPRD Kota Pekanbaru HM. Teguh Pribadi Arsyad, SE.MM., merasa kecewa dengan pelayanan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Pekanbaru. Apalagi dengan sikap PLN dua pekan terakhir ini sering mematikan listrik tanpa ada alasan yang jelas.

“Kita heran juga sama PLN, mati listriknya tak beraturan lagi. Bahkan tanpa ada kabar alih-alih mati, bukan sebentar bahkan sampai dua jam,” jelas Teguh Pribadi Arsyad kepada Riau Pos, Kamis (4/6). Kekecewaannya bukan permasalahan sering mati listrik saja, tapi kurangnya perhatian PLN terhadap keluhan masyarakat yang hingga sampai sekarang belum juga terpasang listriknya. Padahal mereka sudah mendaftar beberapa tahun lalu.

“Herannya kita lagi, bagi ruko yang baru dibangun bahkan belum selesai listriknya sudah dipasang. Jadi ada apa dengan PLN, kenapa kepentingan masyarakat diabaikan,” jelasnya. Kepentingan bisnis sah-sah saja, kata Teguh Pribadi, namun kepentingan masyarakat janganlah diabaikan. Apalagi untuk pemasangan listrik masyarakat juga membayar dan per bulannya juga bayar.

“Kecuali masyarakat tak bayar,” tegas Teguh Pribadi Arsyad yang sering mendengar keluhan yang berkaitan dengan masalah pemasangan listrik dan juga sering mati listrik di ibukota Provinsi Riau saat ini. Apalagi ada pernyataan dari pihak PLN pemasangan baru 2009 ini sudah habis. Dan baru bisa dilaksanakan PLN pada 2010 mendatang. Tentu ini menjadi pertanyaan semua pihak. “Kok PLN tak mampu terus,”ungkapnya. (mng)




BACA SELENGKAPNYA - Ketua DPRD Kecewa Pelayanan PLN : Lampu Hidup Mati Tak Beraturan.

Rabu, 03 Juni 2009

KEJUARAAN GOLF DUNIA : Atlet Riau Wakili Indonesia

PEKANBARU - RIAU POS. PRESTASI golf Riau menang masih asing didengar di telinga. Kendati demikian, di tingkat junior Riau menjadi perhitungan Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI). Buktinya, satu atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Riau, Sanditya Fadli dipanggil mewakili Indonesia mengikuti Kejuaraan Junior Golf World Championship yang digelar di Lapangan Golf Damai Indah BSD Tangerang, 1-5 Juni 2009. Sanditya bersama sembilan atlet dari daerah lainnya akan tampil di kategori A, flight yang diikuti oleh atlet dari 24 negara. Kemarin, Sandy lansung berhadapan dengan pemain dari Filipina dan New Zealand.

“Hasilnya belum bisa diketahui dan masih akan direkap. Mudah-mudahan saja, Sandy bisa memberikan yang terbaik buat indonesia nanti,” ujar pelatih PPLP Golf Riau, Muslim Syamsuar kepada Riau Pos.


BACA SELENGKAPNYA - KEJUARAAN GOLF DUNIA : Atlet Riau Wakili Indonesia

Kamis, 21 Mei 2009

PEMKO KEMBANGKAN DANAU BUATAN NAMA BARU

Pekanbaru (RP) Riau Pos – Objek Wisata Danau Buatan di Kecamatan Rumbai belum begitu diminati meski berbagai upaya dilakukan Pemko Pekanbaru. Ke depan, Dinas Pariwisata Pekanbaru akan merubah nama dan memberikan logo baru terhadap objek Wisata Danau Buatan. “Nama dan logo baru itu akan diresmikan pada saat perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-225 Kota Pekanbaru Juni mendatang,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Pekanbaru Drs. H. Syahril Manaf melalui Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Boge Peni kepada Riau Pos, Jumat (15/5) di ruang kerjanya di Jalan Arifin Achmad Pekanbaru.

Peni menambahkan, saat ini nama dan logo baru Danau Buatan yang memiliki luas sekitar 14 hektare itu baru memasuki tahap diperlombakan untuk mendapatkan hasil terbaik. Disebutkannya, Danau Buatan baru ini nantinya akan memiliki dua zona yaitu zona komersil dan zona nonkomersil. Zona komersil merupakan zona yang diperuntukan untuk usaha dengan memiliki tempat hiburan yang istimewa seperti waterboom, bioskop 4D, Gokart, flying fox, jet coaster dan tempat bermain anak. Sedangkan untuk zona nonkomersil lebih ke pengembangan ilmu pengetahuan seperti taman bacaan dan lain-lain.

“Dengan dua zona ini diharapkan dapat menjadi alternatif tempat hiburan masyarakat di Kota Pekanbaru,” ujar Peni. Peni menjelaskan, berdasarkan pendataan Dinas Pariwisata Kota Pekanbaru terdapat beberapa klasifikasi wisata di Kota Pekanbaru. Antara lain wisata air, wisata kuliner, wisata religi, wisata budaya, wisata alam, wisata pendidikan dan wisata belanja. Saat dikomfirmasi mengenai retribusi dari tempat hiburan masyarakat tersebut, Peni mengatakan Dinas Pariwisata hanya bertugas mendata dan menyangkut retribusi diatur oleh Dinas Pendapatan Kota Pekanbaru.

BACA SELENGKAPNYA - PEMKO KEMBANGKAN DANAU BUATAN NAMA BARU

Jumat, 15 Mei 2009

GTTG XI 2009, Bantu Tingkatkan Wisatawan

PEKANBARU – RiauPos – Kurang sebulan dari tanggal pelaksanaan, event organizer (EO) Gelar Teknologi Tepat Guna XI 2009 (GTTG), terus meningkatkan koordinasi dengan vendor dan instansi terkait. Terutama menjalin relasi dengan vendor–vendor profesional yang bisa menyulap lokasi pameran menjadi lebih menarik. Sehingga bisa menyedot banyak pengunjung atau wisatawan.

Menurut Direktur CV. Bidai lintas Kreasi Deden Chandra, EO GTTG XI 2009, tujuan acara tersebut selain untuk mengekspose teknologi masyarakat yang selama ini belum dikenal luas, juga untuk meningkatkan kunjungan wisatawan domestik ke Riau. “Acara ini juga untuk meningkatkan perekonomian Riau, melalui pariwisata. Kita ingin menampilkan yang terbaik untuk pengunjung,” ujarnya, Selasa (12/5).

Deden mengungkapkan, saat ini EO bersama panitia daerah terus berkoordinasi dengan instansi terkait. Seperti Dinas Perhubungan, Dinas Kebersihan, TNI, Polri, dan instansi lainnya. Koordinasi itu untuk merperkuat kesiapan penyelenggara iven nasional yang diikuti seluruh Propinsi di Indonesia dan sejumlah departement di pusat.

“Dalam pelaksanaannya kita sebagai EO pemenang tender, juga menjalin konsorsium dengan PT. Tanara Gagas Kreasi. Tanara ini pionir advertising di Pekanbaru yang kini sudah diakuisisi oleh Riau Investment Corporation (RIC), BUMD milik Riau,” paparnya.(amf)

BACA SELENGKAPNYA - GTTG XI 2009, Bantu Tingkatkan Wisatawan

Sabtu, 09 Mei 2009

Halte SAUM Pekanbaru Kacau!!!


Pelaksanaan SAUM (Sarana Angkutan Umum Massal) Kota Pekanbaru akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Dengan dana yang telah dihabiskan dalam jumlah besar masih banyak yang meragukan efektifitasnya. Pemerintah Kota Pekanbaru hanya mendapatkan hibah 20 unit bus dan 19 halte saja, sedangkan pembangunan sarana dan prasarana pendukung didapat dari dana APBD Kota Pekanbaru. Sedangkan Pmerintah Propinsi Riau tidak ada andil sedikitpun untuk memajukan Kota Pekanbaru. SAUM ini dinamai TRANS METRO PEKANBARU.

Berbagai permasalahan :
  1. Sampai dengan 31 April 2009, hanya 48 halte saja yang telah selesai dikerjakan dari 56 halte yang harus dibangun. Pelaksanaan kontrak yang tidak sesuai jadwal oleh CV Cahaya, CV Benggala dan CV Dwi Pertiwi.
  2. Sebagaimana rencana awal keberadaan SAUM yang telah dianggarkan dalam APBD Kota Pekanbaru sebesar Rp.10,7 Milyar adalah untuk mengurangi kemacetan lalu lintas. Jangan sampai jutru menambah kemacatan dimasa mendatang karena kurang tepatnya perencanaan yang dilakukan. Tetapi untuk beberapa ruas jalan hal ini sangat diragukan seperti di Jl. Imam Munandar (Harapan Raya) yang memiliki ruas jalan tidak sepadan dengan masuknya bus SAUM.
  3. Dana yang digunakan terlalu besar yaitu dari APBD 2009 adalah Rp.10.750.400.000.
  4. Tidak adanya anggaran dari pemprov, membuat Dishub Pekanbaru bekerja sendiri. Namun anggaran Pemko Pekanbaru sendiri terbatas. Untungnya ada dana APBN guna pembangunan 19 halte dari 56 halte yang dibutuhkan serta pembangunan marka serta rambu-rambu SAUM. 20 bus SAUM bantuan APBN saat ini seluruhnya sudah berada di Pekanbaru.
  5. Teknis bangunan halte yang tidak memikirkan fungsi, terlihat pada gambar di bawah ini dimana jarak pijakan halte terhadap badan bus terlalu jauh sehingga membahayakan pengguna halte/bus.


  6. Halte di depan Dang Merdu, misalnya, memiliki jalan masuk ke halte yang begitu curam yang tentunya akan sangat menyusahkan pengguna halte.
  7. Bangunan halte yang tidak seragam
  8. Pembangunan halte bus telah menghilangkan hak pejalan kaki. Tidak ada pedestrian bagi pejalan kaki, contohnya halte di seberang Kantor Walikota Pekanbaru.
  9. Daya tahan jalan dan parit yang tidak diperhatikan, akan cepat hancur dalam beberapa bulan SAUM berjalan.

BACA SELENGKAPNYA - Halte SAUM Pekanbaru Kacau!!!

Selasa, 05 Mei 2009

Dukung Kawasan Ekowisata Mempura : Pemprov Riau Anggarkan Rp 1 Miliar

Siak, Fakta Post – Keinginan Pemerintah Kabupaten Siak untuk mengembangkan objek wisata baru nampaknya didukung oleh Pemerintah Propinsi Riau dan tahun ini sudah dianggarkan melalui APBD Riau sebesar 1 miliar untuk pembangunan aula serba guna. Pada tahun ini pembangunannya akan direalisasikan dan dari Pemkab Siak akan mencari lahan yang sesuai untuk lokasi pembangunan gedung serbaguna tersebut.

KAWASAN Ekowisata Mempura (KEM) merupakan kawasan perkampungan yang akan dijadikan objek Wisata alam yang didukung oleh kemampuan masyarakatnya berpartisipasi lansung mengembangkan kawasan ini. Makanya jika ada gedung serba guna, maka seluruh kegiatan seni akan dipusatkan di KEM, sehingga masyarakat luas mengetahui keberadaan KEM yang sudah dikembangkan dalam beberapa bulan ini. “Alhamdulillah ada bantuan dari Provinsi untuk membangun gedung serbaguna guna kegiatan kesenian maupun kegiatan lain. Jika gedung serbaguna dapat segera dibangun, maka seluruh kegiatan Pemkab Siak akan dipusatkan disana,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak, Drs. H. Wan Bukhari, pekan lalu di Siak.

Menurut Wan Bukhari, konsep Kawasan Ekowisata Mempura ini akan tetap memelihara dan menjaga serta menyempurnakan alam semula jadi, sehingga nanti bisa memberikan konstribusi perkembangan Wisata daerah, dan satu objek wisata unggulan baru disamping objek wisata yang ada. Karena objek wisata Istana Siak saat ini tidak bisa diapa-apakan lagi karena orang yang berkunjung kesana tidaklah banyak.

BACA SELENGKAPNYA - Dukung Kawasan Ekowisata Mempura : Pemprov Riau Anggarkan Rp 1 Miliar

Rabu, 29 April 2009

Pekanbaru Bangun Jalan Tol

Koran Riau – PEKANBARU - Pemko Pekanbaru mendukung upaya Pemprov Riau untuk mewujudkan Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru – Dumai pada 2010 mendatang. Dukungan ini dilakukan dalam bentuk pembebasan lahan oleh Pemko Pekanbaru yang terkena pembangunan Jalan Tol tersebut. Menurut Kepala Bappeda Kota Pekabaru Ir.Yusman Amin, Meng., Pemprov Riau meminta empat kabupaten/kota yang dilalui Jalan Tol Pekanbaru –Dumai untuk menganggarkan ganti rugi lahan pada APBD perubahan 2009 mendatang. Daerah yang dilalui Jalan Tol yakni Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai, namun kapan kepastiannya Pemko belum menerima surat Pemprov Riau.

“Untuk panjang jalan yang perlu diganti rugi lebih kurang 3 km. Jalan tersebut menghubungkan ke jalan outer ringroad utara sepanjang 17 km dibangun tahun ini dengan cara land-consolidation,” ujarnya. Yusman menambahkan, panjang jalan Tol Pekanbaru – Dumai sepanjang 134 km rencananya di bangun Pemprov Riau dan Pemerintah Pusat. Tahun lalu, Pemprov sudah menganggarkan dana Rp.6 miliar untuk pembangunannya. Namun karena tak ada realisasi, dana dikembalikan ke kas daerah.

“Pemko menilai pembangunan jalan tol itu, akan membawa dampak positif bagi akses masyarakat menuju Pekanbaru, dan terasa lebih cepat,” katanya. Untuk saat ini kata Yusman, Pemko tinggal menunggu saja perintah dari Pemprov Riau, terkait pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol itu.

BACA SELENGKAPNYA - Pekanbaru Bangun Jalan Tol