Jumat, 03 Juli 2009

Riau Bisnis Property

Kawasan di Propinsi Riau yang menjadi tujuan ekspansi property adalah Kota Pekanbaru. Ibukota propinsi Riau yang bertetangga dengan negara Singapore, Malaysia dan dekat dengan pulau Batam ini, pertumbuhan industri/bisnis propertynya sangat berkembang, di tambah jumlah penduduk yang terus berkembang, sehingga mendorong kebutuhan perumahan terus bertambah.

Besar permintaan perumahan di Pekanbaru, khususnya menengah ke atas, tidak hanya datang dari daerah Riau saja, tetapi datang juga dari luar Propinsi Riau. Dengan dekatnya Kota Pekanbaru dengan Malaysia dan Singapore, serta Batam yang secara geografis bosa berkolaborasi menjadi andalan agar kegiatan industi property Pekanbaru semakin berkembang.

Kota Pekanbaru terdapat 4 (empat) kantong wilayah pengembangan perumahan yaitu Panam, Rumbai, Kulim dan Marpoyan. Apa yang dialami Kota Pekanbaru dengan kisah suksesnya di bisnis property diharapkan akan menular ke daerah-daerah lain di Riau daratan ini, apalagi dengan adanya otonomi daerah, yang diharapkan akan mengundang investor di sektor property masuk dan menanamkan uangnya baik untuk property residensial maupun komersial.

BACA SELENGKAPNYA - Riau Bisnis Property

Kamis, 02 Juli 2009

Wako Sidak Jalan dan Jembatan : Janjikan 2010 Jalan Penghubung di Rumbai Mulus

Pekanbaru, FP – WALIKOTA Pekanbaru Herman Abdullah berjanji, akan menyelesaikan pengaspalan seluruh jalan penghubung di Kecamatan Rumbai. Janji tersebut diucapkan usai memantau pembangunan jalan dan jembatan di Kecamatan Rumbai, Senin (29/6).

“Jalan-jalan strategis, jalan penghubung, sebagian besar sudah diaspal. Paling lambat, 2010 mendatang seluruh jalan penghubung sudah mulus,” ujarnya. Sidak Walikota beserta rombongan antara lain melihat pembangunan jalan dan jembatan Sri Indra yang memisahkan RW 04 dan RW 05 di Kelurahan Muara Fajar. Jalan didepan kantor camat, serta jalan Palas Mekar. Selain itu, sempat dikunjungi, Puskesmas Mekar Sari Yang baru beroperasi tahun ini.

Herman memastikan jalan-jalan penghubung tersebut selesai paling lambat 2010 mengingat Fungsinya yang cukup penting. Antara lain, menghubungkan perternakan Riau Agro Mandiri, perkebunan masyarakat seperti kelapa sawit, jagung dan pepaya.

Hanya saja, Herman melihat ada kekurangan dalam pengerjaan persimpangan, tepatnya dibengkolan Jalan Siak II dari jalan penghubung. Herman berharap, persimpangan tersebut tidak terlalu patah. “Pak Camat, tolong diperhatikan persimpangannya, jangan terlalu patah. Ada kios disana, itu pasti terkena. Karena persimpangan itu harus dilebarkan,” ujarnya mengingatkan Camat.

Peninjauan Proyek yang sedang dikerjakan melalui APBD 2009, rencananya tidak hanya dilakukan hari ini. Selasa (30/6) besok, rencana sidak proyek akan dilanjutkan ke Kecamatan Rumbai Pesisir.

BACA SELENGKAPNYA - Wako Sidak Jalan dan Jembatan : Janjikan 2010 Jalan Penghubung di Rumbai Mulus

Rentak Gendang Negri Serumpun I, 2009 Disambut Antusias Warga Pekanbaru

Pekanbaru, FP - TRUK panjang (Trailler) yang tidak biasanya lewat dijalan protokol kota Pekanbaru, sekali ini bisa. Truk yang dihias rapi itu secara konvoi berjalan dalam Kota Pekanbaru seperti jalan Sutomo, Setia Budi dan sepanjang jalan Sudirman.

Konvoi truk yang bertuliskan Rentak Gendang Negri Serumpun I 2009 itu berisi pria dan wanita yang mengenakan pakaian budaya daerah masing-masing. Sepanjang perjalanan, masing-masing peserta yang berada diatas truk menampilkan tarian budaya daerah masing-masing, sesekali melambaikan tangan menyapa warga yang memadati pinggir jalan.

Kegiatan ini ditaja Pemerintah Kota Pekanbaru dalam rangka Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) bertempat di hotel Pangeran, Pekanbaru. Rakernas Apeksi ke VI ini dihadiri oleh Mentri Dalam Negri Republik Indonesia, Mardiyanto, 60 Walikota serta 14 Wakil Walikota serta sekda.

Dalam kata sambutan Mendagri, Mardiyanto yang memuji Kota Pekanbaru dengan kata ”Luar Biasa!”, ada yang lebih luar biasa dari pujian Mendagri, yaitu Pemko Pekanbaru berhasil menarik perhatian seluruh Walikota se-Indonesia untuk hadir di Kota Pekanbaru yang sedang merayakan ulang tahun (HUT-red) Ke-225. Selain menghadirkan Mendagri serta para Walikota, Pemko Pekanbaru menyegarkan warga dengan konvoi tarian budaya diatas truk yang disambut antusias oleh warga Kota Pekanbaru.

BACA SELENGKAPNYA - Rentak Gendang Negri Serumpun I, 2009 Disambut Antusias Warga Pekanbaru

Detri Karya Jabat Rektor UIR

PEKANBARU, RIAU POS (RP), GUBERNUR Riau HM Rusli Zainal SE MP yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau Prop Dr Irwan Effendi MSc bangga terhadap Rektor lama UIR Prop Dr Hasan Basri Jumin MS MSc, karena telah berhasil menjadikan UIR sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik yang dimiliki Riau saat ini.

Hal tersebut dituturkannya dalam acara pelantikan Rektor UIR Prop Dr H Detri Karya SE MA Ph D, yang dilanti dan diambil sumpahnya oleh Ketua Yayasan YLPI Drs H Mukhtaruddin di Gedung Autrium Hall Fakultas Hukum UIR, Rabu (1/7/2009).

Dalam sambutannya Kepala Disdik Provinsi Riau mewakili Gubernur menyebutkan atas nama masyarakat Riau dan Pemerintah Provinsi Riau mengucapkan terimah kasih kepada Rektor lamaProp Dr Ir Hasan Basri Jumin MS Msc atas sumbangsinya terhadap kemajuan Riau cukup besar terutama pada sektor pendidikan.

Sementara itu Rektor baru Prop Dr H Detri Karya SE MA Ph D kepada Riau Pos mengatakan salah visi dan misinya untuk tahun 2013 menjadikan kampus UIR sebagai Knowledge Society yang madani berwawasan internasional yang dinamis dan islami, serta peka terhadap tuntutan bangsa dengan mengendepankan tata kelola yang baik (good governance).

BACA SELENGKAPNYA - Detri Karya Jabat Rektor UIR

Kasus Malaria Tertinggi di Rohil

PEKANBARU, RIAU POS - (RP) – Hingga akhir Mei 2009 tercatat kasus positif malaria di Riau tercatat diderita sebanyak 613 orang, berdasarkan data yang ada, kasus terbanyak positif malaria banyak ditemukan di Rokan Hilir yang mencapai 216 kasus.

Sementara di peringkat kedua kasus positif penderita malaria di Dumai sebanyak 161 orang, peringkat ketiga di Indragiri Hilir berjumlah sebanyak 60 orang positif malaria, sementara untuk peringkat keempat di Pelalawan sebanyak 57 orang dan peringkat kelima di Siak yang berjumlah sebanyak 31 orang.

Demikian disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Riau Dr Ernawati Balia Mph kepada Riau Pos, Selasa (30/6) di ruang kerjanya. “Hingga akhir Mei 2009 ini, berdasarkan dari data yang diambil dari setiap puskesmas di setiap Kabupaten di Riau, kasus tertinggi positif malaria berada di Kabupaten Rokan Hilir. Sementara untuk Kota Pekanbaru sendiri untuk akhir Mei 2009 kasus malaria masih belum ada,” jelasnya.

Dia menjelaskan, timbulnya penyakit malaria di sebabkan hanya oleh gigitan nyamuk dan gejala awal penderita malaria diawali dengan badan menggigil, kemudian demam yang tak turun-turun kemudian sakit pada ulu hati dan badan juga berkeringat.

BACA SELENGKAPNYA - Kasus Malaria Tertinggi di Rohil