Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 April 2010

Calon Bupati Inhu 2010 Yang Sah

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) akhirnya menetapkan empat pasang calon bupati/wakil bupati yang akan bertarung di Pilkada Inhu Juni 2010 mendatang. Keputusan ini berdasarkan hasil pleno tertutup yang digelar KPU Inhu Rabu (31/3) pukul 13.00-15.00 WIB.

Rapat tersebut dipimpin Ketua KPU Inhu, Alfian Rahman, dan dihadiri Sekretaris Watno SSos, plus anggota KPU Ir Hendri A Saleh, Julpahri, Muhammmad Amin dan Yusran. Keempat pasangan calon bupati/wakil bupati itu adalah Ametrib Japraja-Zulfahmi Adrian, Mujtahid Thalib-Marjohan Yusuf, Tengku Razmara-Herawati dan Yopie Arianto-Harman Harmaini.

‘’Hasil penetapan pasangan calon pada pleno tertutup ini juga akan kami sampaikan kepada masing-masing calon hari ini (kemarin, red),’’ ungkap Ketua Pokja Pendataan dan Pemuktahiran KPU Inhu, Ir Heri A Saleh kepada Riau Pos usai rapat pleno tertutup di Kantor KPU Inhu.

Dikatakannya, semua calon dipastikan lolos tanpa ada catatan. Semua calon lolos secara terang dan dengan berkas yang lengkap. ‘’Keputusan kita ambil setelah semua berkas diteliti secara baik,’’ ujarnya.

Menurut jadwal, direncanakan KPU akan melakukan penetapan nomor urut calon pada 3 April mendatang. Penetapan ini akan dilakukan secara terbuka sehingga bisa diketahui nomor urut tiap peserta secara pasti. ‘’Untuk pengambilan nomor urut para calon nantinya dilakukan serentak tidak antre satu per satu, Jadi nomor diambil secara bersamaan, setelah sebelumnya diaduk oleh masing-masing pasangan calon,’’ jelasnya.


sumber :
http://www.pekanbaruriau.com/2010/04/calon-bupati-inhu-2010-yang-sah.html

BACA SELENGKAPNYA - Calon Bupati Inhu 2010 Yang Sah

Senin, 19 Oktober 2009

Tidak ada menteri dari Riau

Presiden SBY kian mengacuhkan Riau. Setelah menolak memasukan Riau dalam Pepres 71 tentang pembangkit listrik 10.000 WIB, kini giliran putra Riau tersingkir dari bursa calon menteri.

Riauterkini-PEKANBARU- Berbagai harapan dan permintaan yang dilontarkan masyarakat Riau kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) satu demi satu memuai jadi fatamorgana. Setelah revisi Peraturan Presiden (Pepres) No.71 tentang pembangunan pembangkit listrik 10.000 megawatt tak memasukan Riau sebagai salah satu daerah lokasi pembangunan pembangkit, kini giliran putra terbaik Riau, M Lukman Edy kehilangan kesempatan masuk dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II.

Sampai H-1 pelantikan presiden dan wakil presiden hasil Pemilu April lalu, LE, sapaan akrab mantan Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) tak masuk daftar calon menteri yang sudah dipanggil mengikuti uji kepatutan yang digelar SBY dan wakilnya Boediono di Cikeas. Padahal LE sudah menanti ada telephon dari presiden yang besok dilantik untuk kepemimpinan priode kedua tersebut.

PKB, sebagai anggota koalisi pengusung SBY-Boediono, memang tetap mendapat jatah dua menteri dari SBY, namun jatah itu sudah terisi nama selain LE. Ada Ketua Umum PKB Muhaimi Iskandar yang sepertinya akan ditempatkan menjadi Menteri Naker dan Trans. Sementara jatah satu kursi lagi sepertinya akan ditempati Wakil Sekjen PKB Helmy Faisal Zaini untuk menggantikan posisi yang ditinggal LE, Menteri Negara PDT.

Seleksi akhir calon menteri KIB jilid II memang belum berakhir, namun sepertinya peluang putra terbaik Riau menjadi pembantu presiden bisa dibilang tertutup sudah. Dan fakta ini semakin memperpanjang daftar kekecewaan masyarakat Riau atas kebijakan Presiden SBY.***(mad)




BACA SELENGKAPNYA - Tidak ada menteri dari Riau